I.01008 Manajemen Asam Basa Alkalosis Respiratorik

Definisi : Mengidentifikasi dan mengelola kondisi darah basah akibat rendahnya tekanan parsial karbon dioksida

Tindakan

Observasi

  1. Identifikasi penyebab terjadinya alkalosis respiratorik (mis. hiperventilasi, ansietas, ketakutan, nyeri, demam, sepsis, tumor otak, overventilasi mekanik)
  2. Monitor terjadinya hiperventilasi
  3. Monitor intake dan output cairan
  4. Monitor gejala perubahan (mis. periode apnea, peningkatan ansietas, peningkatan denyut nadi, sakit kepala, diaforesis, penglihatan kabur, hiperreflesia, mulut kering)
  5. Monitor dampak susunan saraf pusat (mis. parestesia, kejang)
  6. Monitor dampak kardiovaskuler (mis. aritmia, penurunan curah jantung, hiperventilasi)
  7. Monitor dampak saluran pencernaan (mis. nafsu makan menurun, mual, muntah)
  8. Monitor hasil analisa gas darah

Terapeutik

  1. Pertahankan kepatenan jalan napas
  2. Pertahankan posisi untuk ventilasi adekuat
  3. Pertahankan akses intra vena
  4. Anjurkan Istirahat di tempat tidur Jika perlu
  5. Pertahankan hidrasi sesuai dengan kebutuhan
  6. Berikan oksigen dengan sungkup rebreathing
  7. Hindari koreksi PCO2 dalam waktu terlalu cepat karena dapat terjadi asidosis metabolik

Edukasi

  1. Jelaskan penyebab dan mekanisme terjadinya alkalosis respiratorik
  2. Ajarkan latihan napas
  3. Anjurkan berhenti merokok

Kolaborasi

  1. Kolaborasi pemberian sedatif Jika perlu
  2. Kolaborasi pemberian antidepresan Jika perlu

Daftar Pustaka

PPNI (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia.

4 Semua Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *