Kenali Golongan Obat & Kegunaannya

Haloo Ners.. Perlu kamu ketahui bahwa obat-obatan yang kita temui dan dijual di pasaran memiliki berbagai macam jenis atau golongan, fungsi serta kegunaannya. Masing-masing penggolongan obat tergantung dari penyakit atau gangguan yang di alami, baik secara psikologi maupun Secara fisiologi. 

Nah, ada beberapa obat yang tidak dapat dibeli secara bebas dan harus dengan resep yang diberikan dokter. Pemilihan obat juga harus sesuai dengan anjuran dokter karena tanpa penggunaan yang benar, obat sangat bisa membahayakan nyawa kita. 

Maka dari itu di Indonesia telah di bentuk Badan Pengawasan Obat dan Makan yang sering kita ketahui dengan sebutan BPOM yang memberikan izin dan membuat aturan serta golongan obat. Penggolongan obat ini diatur oleh Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 917/Menkes/Per/X/1993 yang kini telah diperbaharui dengan Permenkes RI Nomor 949/Menkes/Per/IV/2000. 

Penggolongan obat berdasarkan jenisnya sangatlah penting, karena ada golongan obat yang aman untuk dibeli langsung oleh masyarakat dan dijual bebas. Namun juga ada golongan obat yang dapat berbahaya apabila dikonsumsi tanpa berkonsultasi tdahulu dengan dokter. Yuk kita cari tahu golongan obat dan kegunaannya di bawah ini agar tidak disalahgunakan :

1. Obat Bebas

Golongan obat bebas ditandai dengan garis tepi berwarna hitam dengan lingkaran berwarna hijau di tengahnya. Simbol tersebut menunjukkan bahwa obat tersebut dapat dibeli secara bebas tanpa harus menggunakan resep dari dokter.

Obat ini disebut juga dengan OTC atau over-the-counter banyak di temui di negara kita dan juga nega-negara Barat. Obat dengan golongan jenis ini dapat kita dapatkan di warung, toko obat, maupun apotek.

Meskipun termasuk aman untuk digunakan, obat bebas ini tetap tidak boleh digunakan sembarangan. Karena obat apa pun selalu memiliki kandungan kimia didalamnya yang mungkin saja dapat berdampak pada kesehatan tubuh jika digunakan tanpa memperhatikan jumlah dosisnya.

Obat yang dapat kamu beli secara bebas ini biasanya digunakan untuk mengatasi masalah penyakit yang memiliki gejala ringan saja. Contohnya obat adalah parasetamol, vitamin, multivitamin, dan antasida.

2. Obat Bebas Terbatas

Obat bebas terbatas ini memiliki simbol tepi hitam dengan lingkaran biru ditengahnya. Golongan obat bebas terbatas jenis ini masih bisa kamu beli tanpa harus dengan resep dari dokter, tertapi tetap tergolong obat keras. Jadi, bagi orang yang memiliki riwayat penyakit tertentu, penggunaan obat jenis ini haruslah dilakukan dengan hati-hati dan sebaiknya meminta saran dari dokter sebelum menggunakannya.

Meskipun gejala dan keluhan yang ditimbuljan penyakit bisa saja sama, tapi tidak selalu obat yang digunakan harus sama. Penggunaan obat bebas terbatas ini pun harus mengikuti aturan minum yang tertera pada kemasan produk atau sesuai anjuran dokter. 

Sebelun mengkonsumsi obat perhatikan tanggal kedaluwarsa obat, serta bacalah informasi yang tertera pada kemasan produk tentang petunjuk penggunaan obat yang tidak diperbolehkan, efek samping, dosis obat dan cara menyimpan obat.

Ingat, terdapat 5 jenis obat bebas terbatas, yaitu :

  • P.No.1: Awas! Obat keras. Baca aturan pemakaiannya.
  • P.No.2: Awas! Obat keras. Hanya untuk bagian luar dari badan.
  • P.No.3: Awas! Obat keras. Tidak boleh ditelan.
  • P.No.4: Awas! Obat keras. Hanya untuk dibakar.
  • P.No.5: Awas! Obat keras. Obat wasir, jangan ditelan.

Contoh obat bebas terbatas yang dapat kamu temukan adalah CTM, Theophylline, Tremenza, dan Lactobion. 

3. Obat Keras

Berikutnya adalah golongan obat keras yang hanya bisa didapatkan dengan menggunakan resep dari dokter. Golongan obat keras ini diberikan simbol tepi berwarna hitam dengan lingkaran merah dengan huruf K di tengah yang menyentuh garis tepi.

Obat-obatan yang termasuk kedalam golongan obat keras contohnya adalah antibiotik, obat-obatan yang mengandung hormon, obat penenang, dan sejenisnya. Kemudian contoh selanjutnya seperti asam mefenamat, loratadine, alprazolam, clobazam, pseudoefedrin, dan sebagainya. 

Perlu kamu ketahui, contoh obat keras tersebut tidaklah dapat kamu konsumsi sembarang, karena dapat berbahaya, dan meracuni tubuh, memperparah suatu penyakit, atau hingga menyebabkan kematian sehingga harus digunakan sesuai aturan dan anjuran dari dokter untuk penggunaan yang lebih tepat.

4. Narkotika

Golongan obat yang termasuk kedalam golongan Narkotika merupakan golongan obat yang paling berbahaya. Golongan obat narkotika mempunyai simbol tanda plus berbentuk lingkaran berwarna merah. 

Obat golongan jenis ini hanya bisa didapatkan dengan resep dokter, dengan tanda tangan dokter, disertai nomor izin praktik dokter pada resep tersebut, dan tidak dapat menggunakan salinan resep.

Golongan obat jenis narkotika berbahan dasar tanaman atau buatan berupa sintetis ataupun dapat berupa semi-sintetis. 

Obat-obatan jenis narkotika atau psikotropika menimbulkan efek ketenangan yang dapat menyebabkan ketergantungan pada penggunanya, sehingga pemakaiannya harus diawasi dengan ketat sesuai anjuran dan kebutuhan.

Selain itu juga, obat narkotika dapat memengaruhi susunan dari sistem saraf pusat yang dapat memengaruhi perilaku serta aktivitas penggunanya.

Pemggunaan narkotika sering digunakan dokter sebagai obat bius dan antinyeri atau analgetik dengan potensi kuat. Oleh karena hal itu, untuk penggunaan obat jenis ini hanya boleh dilakukan oleh dokter atau dengan pengawasan dokter saja. Contoh obat-obatan golongan narkotik adalah obat batuk yang mengandung kodein.

5. Fitofarmaka atau Herbal

Golongan obat ini memiliki simbol kristal salju berwarna hijau dengan lingkaran kuning dan tepi berwarna hijau. 

Golongan obat jenis fitofarmaka adalah obat herbal biasa yang hanya terletak pada proses pengolahan bahan baku herbal yang telah ditunjang dengan bukti ilmiah dan telah dilakukan riset penelitian klinis (sampai ke manusia), sehingga dapat disetarakan dengan obat modern lainnya.

Pengujian dalam penelitian klinis yang telah dilakukan akan meyakinkan dokter untuk menggunakan obat fitofarmaka karena telah teruji khasiatnya. Oleh sebab itu, obat fitofarmaka dapat disetarakan dengan obat-obat modern lainnya.

Contoh golongan obat fitofarmaka adalah obat untuk memperkuat daya tahan tubuh kamu.

6. Obat Herbal Terstandar (OHT)

OHT atau disebut dengan obat herbal tersetandar memiliki simbol lingkaran berwarna kuning di tengah dengan gambar tiga buah bintang diatasnya dengan garis tepi berwarna hijau.

OHT merupakan obat yang terbuat dari bahan dasar alami yang melewati proses ekstraksi, seperti dari tanaman, hewan, atupun mineral. 

Secara umum obat ini telah ditunjang dengan bukti ilmiah, seperti telah teruji dengan penelitian praklinis, uji toksisitas, produksinya yang telah melewati proses rumit, keterampilan dan teknologi tinggi.

Contoh dari obat herbal terstandar ini adalah seperti obat untuk meredakan rasa nyeri saat haid dan obat untuk menyembuhkan diare.

7. Jamu Tradisional (Herbal)

Jamu merupakan bagian dari herbal. Jamu memiliki kemasan yang dilabeli dengan simbol tumbuhan atau pohon berwarna hijau di tengah dengan garis tepi lingkaran berwarna hijau. Bahan dasar dari jamu terbuat dari seluruh bagian tanam-tanaman yang diolah untuk mendapatkan khasiatnya sesuai dengan prosedur keamanan.

Obat herbal atau jamu biasanya merupakan warisan dari leluhur yang telah diwariskan secara turun temurun, karena dinilai berkhasiat dan dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Contoh obat herbal yang sering ditemukan di pasaran adalah obat untuk mencegah masuk angin, mual, diare dan masih banyak lagi obat herbal yang beredar tentunya kamu juga harus tau khasiatnya sesuaikan dengan dengan kebutuhannya..

Nah itulah jenis atau penggolongan obat yang harus kamu ketahui sebelum menggunakannya. 

231 Semua Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *