Pemeriksaan penunjang adalah bagian dari pemeriksaan medis yang dilakukan oleh dokter untuk mendiagnosis suaty penyakit. Umumnya pemeriksaan ini dilakukan setelah pemeriksaan fisik dan penelusuran riwayat keluhan atau riwayat penyakit pasien.

https://mindfullners.com/kenali-jenis-jenis-pemeriksaan-penunjang-umum-untuk-dilakukan/

Jenis Pemeriksaan Penunjang atau Diagnostik Yang Umum Dilakukan

Banyak berbagai macam jenis pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan oleh dokter. Namun, hanya beberapa jenis pemeriksaan penunjang yang umum dilakukan, antara lain:

1. Pemeriksaan Darah

Pemeriksaan darah adalah salah satu jenis pemeriksaan penunjang yang paling umum dilakukan dokter untuk mendiagnosis suatu penyakit. Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil sampel darah pasien yang kemudian dianalisis di laboratorium.

https://mindfullners.com/kenali-jenis-jenis-pemeriksaan-penunjang-umum-untuk-dilakukan/

Pemeriksaan darah dilakukan untuk mendeteksi penyakit atau kondisi medis tertentu, seperti anemia dan infeksi dari suatu penyakit. Melalui pemeriksaan penunjang darah ini, dokter akan memantau beberapa komponen darah dan fungsi organ tubuh pasien, meliputi:

  • Sel darah, seperti sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit atau keping darah
  • Plasma darah
  • Zat kimia darah, seperti gula darah atau glukosa, kolesterol, asam urat, zat besi, dan elektrolit
  • Analisis gas darah
  • Fungsi organ tertentu, seperti ginjal, hati, pankreas, empedu, dan kelenjar tiroid
  • Tumor marker

Sebelum melakukan pemeriksaan darah, pastikan pada dokter mengenai persiapan apa yang perlu dilakukan, misalnya apakah perlu berpuasa atau menghentikan pengobatan tertentu sebelum pengambilan sampel darah.

2. Pemeriksaan Urine

Pemeriksaan urine adalah salah satu jenis pemeriksaan penunjang diagnosis yang dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan pasien yang bertujuan untuk mengetahui fungsi ginjal, serta untuk mengetahui apakah pasien menggunakan obat-obatan tertentu. Pemeriksaan urine juga dapat dilakukan pada ibu hamil untuk memastikan kehamilan atau untuk mendeteksi preeklamsia.

https://mindfullners.com/kenali-jenis-jenis-pemeriksaan-penunjang-umum-untuk-dilakukan/

Pemeriksaan urine juga dapat bertujuan sebagai bagian dari medical check-up rutin atau jika dokter mencurigai apakah adanya penyakit tertentu, seperti penyakit gagal ginjal, infeksi pada saluran kemih, atau batu ginjal.

3. Elektrokardiogram (EKG)

Pemeriksaan EKG ini digunakan untuk mengetahui dan memantau kinerja jantung, khususnya irama detak jantung dan aliran listrik pada jantung. Pemeriksaab EKG dapat dilakukan untuk mendeteksi kelainan pada jantung, seperti aritmia, serangan jantung, pembengkakan jantung, kelainan pada katup jantung, dan penyakit jantung koroner.

https://mindfullners.com/kenali-jenis-jenis-pemeriksaan-penunjang-umum-untuk-dilakukan/

Pemeriksaan EKG umumnya dilakukan di tempat praktik dokter, IGD rumah sakit, atau di ruang perawatan pasien, seperti di ICU atau di bangsal rawat inap.

4. Rontgen

Rontgen adalah merupakan salah satu jenis pemeriksaan penunjang yang menggunakan radiasi sinar-X atau sinar Rontgen untuk dapat menggambarkan kondisi berbagai organ tubuh pasien dan jaringan tubuh pasien. Pemeriksaan ini dapat dilakukan untuk mendeteksi:

  • Kelainan tulang dan sendi, patah pada tulang, radang pada sendi, dan pergeseran sendi (dislokasi)
  • Kelainan gigi
  • Sumbatan pada saluran napas atau saluran pencernaan
  • Batu pada saluran kemih
  • Infeksi, seperti pneumonia, tuberkulosis, dan usus buntu
https://mindfullners.com/kenali-jenis-jenis-pemeriksaan-penunjang-umum-untuk-dilakukan/

Untuk kondisi tertentu, dokter mungkin dapar memberikan zat kontras pada pasien melalui suntikan atau per oral (diminum), agar hasil foto Rontgen lebih jelas.

Meskipun demikian, zat kontras ini terkadang dapat menimbulkan beberapa efek samping seperti reaksi alergi, pusing, mual, lidah terasa pahit, hingga gangguan pada organ ginjal.

5. Ultrasonografi (USG)

Pemeriksaan USG adalah pemeriksaan penunjang menggunakan gelombang suara yang akan menghasilkan gambar organ dan jaringan di dalam tubuh.

Pemeriksaan USG ini sering sekali dilakukan untuk mendeteksi kelainan organ di dalam tubuh, seperti adanya tumor, batu, atau infeksi pada ginjal, pankreas, hati, dan empedu.

https://mindfullners.com/kenali-jenis-jenis-pemeriksaan-penunjang-umum-untuk-dilakukan/

Selain itu pemeriksaan USG juga umum dilakukan sebagai bagian dari pemeriksaan kehamilan pada ibu hamil untuk memantau kondisi janin serta untuk dapat memandu dokter saat akan melakukan tindakan biopsi.

Pada pemeriksaan USG dokter mungkin akan meminta pasien untuk berpuasa serta minum air putih dan menahan buang air kecil untuk sementara waktu dan pasien kemudian akan diperbolehkan buang air kecil dan makan kembali setelah selesai dilakukan pemeriksaan USG selesai dilakukan.

6. Computed Tomography Scan (CT Scan)

CT scan adalah pemeriksaan penunjang yang dilakukan dengan memanfaatkan sinar Rontgen dengan mesin khusus yang di desain sedemikian rupa untuk menciptakan gambar jaringan dan organ di dalam tubuh.

Gambar yang dihasilkan oleh CT scan terlihat lebih jelas daripada foto Rontgen biasa. Pemeriksaan CT scan umumnya berlangsung sekitar 20–60 menit tergantung kondisi pasien saat dilakukan pemeriksaan.

https://mindfullners.com/kenali-jenis-jenis-pemeriksaan-penunjang-umum-untuk-dilakukan/

Dokter juga dapat menambahkan zat kontras untuk menghasilkan kualitas gambar yang lebih baik atau lebih akurat lagi dalam mendeteksi kelainan tertentu, seperti tumor atau kanker.

7. Magnetic Resonance Imaging (MRI)

Pemeriksaan MRI sepintas sama dengan Pemeriksaan scan, tetapi pemeriksaan MRI tidak memanfaatkan sinar Rontgen atau radiasi, melainkan memanfaatkan gelombang magnet dan gelombang radio yang berkekuatan tinggi untuk menggambarkan kondisi organ dalam tubuh dan jaringan di dalam tubuh secara lebih deatail. Pemeriksaan MRI umumnya berlangsung selama 15–90 menit.

Pemeriksaan penunjang MRI dapat dilakukan hampir seluruh pada bagian tubuh, termasuk otak dan sistem saraf, tulang, sendi, payudara, jantung dan pembuluh darah, serta organ dalam lainnya, seperti hati, rahim, dan kelenjar prostat.

https://mindfullners.com/kenali-jenis-jenis-pemeriksaan-penunjang-umum-untuk-dilakukan/

Sama seperti CT scan dan Rontgen, dokter terkadang akan menggunakan zat kontras untuk meningkatkan kualitas gambar yang lebih detail.

8. Fluoroskopi

Fluoroskopi adalah pemeriksaan radiologis yang memanfaatkan sinar Rontgen untuk menghasilkan rangkaian gambar yang menyerupai video. Pemeriksaan penunjang fluroskopi ini umum dikombinasikan dengan zat kontras, agar gambar atau hasil yang lebih jelas.

https://mindfullners.com/kenali-jenis-jenis-pemeriksaan-penunjang-umum-untuk-dilakukan/

Fluorokospi digunakan untuk mendeteksi kelainan tertentu seperti kerusakan atau gangguan pada tulang, jantung, pembuluh darah, dan sistem pencernaan. Fluoroskopi juga dapat dilakukan guna membantu dokter ketika melakukan kateterisasi jantung atau pemasangan ring pada jantung.

9. Endoskopi

Endoskopi adalah pemeriksaan yang bertujuan untuk memeriksa organ di dalam tubuh dengan endoskop, yaitu suatu alat berbentuk selang kecil yang sangat elastis dan dilengkapi kamera di ujungnya. Alat ini telah terhubung dengan monitor atau layar, sehingga dokter dapat melihat kondisi organ bagian dalam di dalam tubuh.

Pemeriksaan endoskopi ini umumnya dilakukan untuk melihat kondisi saluran pencernaan guna untuk mendiagnosis penyakit tertentu, seperti gastritis atau peradangan pada lambung, tukak lambung, GERD, kesulitan menelan, perdarahan saluran pencernaan, serta kanker lambung.

https://mindfullners.com/kenali-jenis-jenis-pemeriksaan-penunjang-umum-untuk-dilakukan/

Selain itu masih ada lagi beberapa jenis pemeriksaan penunjang yang juga sering dilakukan untuk menunjang diagnosis suatu penyakit diantaranya, seperti:

  • Ekokardiografi
  • Biopsi
  • Elektroensefalografi (EEG)
  • Pemeriksaan tinja
  • Pemeriksaan cairan tubuh, seperti cairan otak, cairan sendi, dan cairan pleura
  • Pemeriksaan genetik

Sebenarnya masih banyak sekali jenis pemeriksaan penunjang dengan fungsi, kelebihan, dan kekurangannya masing-masing. Suatu pemeriksaan penunjang mungkin cocok untuk mendeteksi jenis penyakit tertentu, Namun tidak efektif untuk mendeteksi jenis penyakit lainnya. Bahkan, terkadang dibutuhkan beberapa jenis pemeriksaan penunjang untuk mendiagnosis suatu penyakit.

.

DAFTAR PUSTAKA

Kosack, C.S., Page, A., & Klatser, P.R. (2017). A Guide to Aid the Selection of Diagnostic Tests. Bulletin of the World Health Organization. 95, pp. 639-645.
Health Direct Australian Government. Diagnostic Tests.
National Health Service UK (2018). Health A-Z. MRI Scan.
National Institutes of Health (2016). U.S. National Library of Medicine MedlinePlus. Diagnostic Tests.
National Institutes of Health. National Cancer Institute. NCI Dictionary of Cancer Terms.
University of Rochester Medical Center. Overview of Blood and Blood Components.
Cedars Sinai Hospital. General Ultrasound Preparation.
Johns Hopkins Medicine. Screening Tests for Common Diseases.
The Royal Children’s Hospital Melbourne. Clinical Practice Guidelines. Radiology – Acute Indications.
Radiology Info (2018). Contrast Materials.
Radiology Info (2018). General Ultrasound.
Mayo Clinic (2019). Test & Procedures. Urinalysis
Mayo Clinic (2020). Test & Procedures. X-Ray.
Santacroce, L. & Losacco, T. Emedicinehealth (2019). Gastrointestinal Endoscopy.
Jewell, T. Healthline (2019). All About Blood Tests
Moores, D. Healthline (2018). Electrocardiogram.
Ross, H. Healthline (2016) CT (Computed Tomography) Scan.
Lab Tests Online, American Association for Clinical Chemistry (2020). Complete Blood Count (CBC).
Lab Tests Online, American Association for Clinical Chemistry (2019). Liver Panel.
Lab Tests Online, American Association for Clinical Chemistry (2020). Urinalysis.
Davis, C.P. MedicineNet (2019). CT Scan vs. MRI Differences between Machines, Costs, Uses.
Panchbhavi, V.K. Medscape (2018). Drugs & Diseases. Fluoroscopy.
Merck Manual Consumer Version (2013). Common Medical Tests.
Fogoros, R.N. Verywell Health (2019). What Is an Electrocardiogram (ECG)?
Whitlock, J. Verywell Health (2019). Chem 7: Blood Chemistry Tests.
WebMD (2019). Digestive Diseases and Endoscopy.
WebMD (2018). Digestive Problems and Upper Endoscopy.
WebMD (2019). What Is an X-ray?

5 Semua Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *