Perbedaan Tekanan Darah Sistolik dan Diastolik

Halo ners.. Saat kamu memakai tensimeter atau alat untuk mengukur tekanan darah atau dalam hal ini kamu menggunakan alat tensimeter digital, akan terlihat pada layar monitor dua angka dimana angka yang di atas atau pertama menunjukkan tekanan sistolik, sedangkan angka yang berada di bawah atau kedua menunjukkan tekanan diastolik. Lantas, apa yang dapat membedakan tekanan darah sistolik dan diastolik? Apa saja faktor yang memengaruhinya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apakah Perbedaan Tekanan Darah Sistolik dan Diastolik?

Tahukah kamu tekanan darah sistolik dan diastolik adalah sesuatu yang penting untuk memahami kondisi tubuh seseorang?

Saat jantung kita berdetak, darah terpompa ke seluruh tubuh melalui pembuluh arteri. Tenaga yang menyebabkan tekanan pada pembuluh darah ini disebut tekanan darah sistolik. Tekanan darah sistolik yang normal adalah di bawah angka 120. Meskipun begitu tekanan rata-rata sistolik adalah 120-129.

Sistolik

Andapun dikatakan hipertensi atau tekanan darah tinggi Hipertensi tahap 1 adalah tekanan sistolik berkisar 140–159 mmHg, atau tekanan diastolik berkisar 90–99 mmHg. Hipertensi tahap 2 adalah tekanan sistolik 160 mmHg atau lebih tinggi, atau tekanan diastolik 100 mmHg atau lebih tinggi. Krisis hipertensi.

Diastolik

Sedangkan angka yang berada di bawah atau angka kedua disebut tekanan diastolik. Tekanan diastolik ini terjadi pada arteri saat jantung beristirahat di antara setiap detakan. Keadaan ini saar dimana jantung terisi oleh darah dan oksigen. Beberapa angka pada diastolik yang harus kamu ketahui :

  • Tekanan diastolik normal di bawah 90.
  • Hipertensi tingkat pertama diastolik antara 80-89.
  • Hipertensi tingkat kedua diastolik 90 ke atas.
  • Hipertensi krisis diastolik berada di angka 120 ke atas.
https://mindfullners.com/kenali-tekanan-darah-sistolik-dan-diastolik/

Berapakah Rentang Tekanan Darah Normal?

Jawabannya tentu di bawah 120/80 mmHg. Jika kamu memiliki tekanan darah dalam rentang normal, sebaiknya kamu tetap menjalankan gaya hidup yang sehat dan aktif. Karena keduanya sangat memengaruhi naik turunnya tekanan darah kamu ners.

Bila hasil pemeriksaan tekanan darah kamu menunjukkan satu atau dua tekanan darah di atas normal, dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan diagnosis hipertensi. Perawatan yang harus dijalani meliputi perubahan gaya hidup, pola makan sehat, serta pemberian obat-obatan anti hipertensi.

Cara Mengukur Tekanan Darah

1. Pasang manset/cuff pada bagian atas lengan yang akan diukur tekanan darahnya. Ada juga yang memasangkanya di pergelangan tangan, namuh hasilnya sering tidak akurat dan tidak di anjurkan.

2. Setelah itu, gunakan stetoskop untuk mendengarkan suara detakan di pembuluh arteri. Kemudian pompa tensimeter hingga tekanan yang lebih tinggi dari tekanan darah sistolik.

3. Kemudian lepaskan udara tensimeter pada manset/cuff secara perlahan-lahan, suara pertama yang terdengar oleh stetoskop adalah tekanan sistolik. Titik angka dimana suara detakan menghilang menunjukan tekanan diastolik.

Catatan : Tekanan darah sistolik selalu terdengar lebih dahulu dan menjadi angka pertama yang disebutkan pada hasil pemeriksaan. Kemudian suara detakan terakhir sebelum menghilang adalah tekanan darah diastolik.

https://mindfullners.com/kenali-tekanan-darah-sistolik-dan-diastolik/

Faktor Apa Saja Yang Dapat Memengaruhi Tekanan Darah Sistolik dan Diastolik?

Gaya hidup dan pola makan adalah faktor utama terbesar yang sangat memengaruhi tekanan darah sistolik dan diastolik. Termasuk berikut ini :

  • Jumlah asupan sodium atau natrium atau garam yang berlebihan atau terlalu sering mengkonsumsinya. Tanyakan pada dokter berapa jumlah normal konsumsi sodium harian yang di anjurkan. Saat membeli bahan makanan, baca tabel nutrisi dan pastikan jumlah asupan sodium dari seluruh makanan hari itu tidak melewati ambang batas yang dapat kamu konsumsi.
  • Berolahragalah lebih sering. Berolahraga 3-4 kali seminggu dengan durasi minimal 40 menit sudah cukup untuk menjaga tekanan darah kamu tetap normal. Jika kamu menderita hipertensi, segeralah konsultasikan olahraga apa yang dianjurkan bagi kamu.
  • Berat badan. Sseorang dengan kelebihan berat badan, tekanan darahnya cenderung tinggi. Menurunkan 1 kg berat badan akan dapat mengurangi atau menurunkan tekanan darah 1 poin.
  • Menjalankan diet tertentu. Diet untuk menormalkan tekanan darah dengan cara mengkonsumsi asupan sayur dan buah-buahan, daging dengan rendah lemak, ikan, dan ayam.
  • Hindari konsumsi alkohol dan merokok.

Bagaimana Cara Mencegah Hipertensi?

Jika kamu memiliki riwayat hipertensi dokter terkadang memberikan obat-obatan dan suplemen sebagai pendukung. Jika diperlukan, kemudian dokter akan melakukan pemeriksaan lebih intensif untuk menentukan jenis obat terbaik untuk kamu. Berikut adalah beberapa hal penting yang harus diperhatikan, sebagai berikut :

  • Tekanan darah kamu rata-rata (sistolik 120-129 dan diastolik di bawah 80). Kontrol tekanan darah secara teratur, kemudian tetap jalankan gaya hidup sehat.
  • Hipertensi tingkat 1. Konsultasikan kepada Dokter, Dokter akan menyarankan perubahan gaya hidup dan dokter akan memberikan obat sesuai kebutuhan kamu.
  • Hipertensi tingkat 2. Lakukanlahbperubahan gaya hidup kamu, jalankan pola makan yang sehat, serta konsultasikan kepada dokter, dokter umumnya akan meminta kmu minum obat penurun tekanan darah tinggi atau hipertensi secara teratur (sesuai resep) dokter).
  • Hipertensi krisis.  Beberapa kasus pasien akan mengeluh nyeri pada dada, kemudian mengeluh napas pendek, badan lemah, serta masalah pada penglihatan, dan kemampuan bicara berkurang. Jika kamu mengalami kondisi ini segeralah ke Rumah Sakit untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

Cukup dengan satu kali pemeriksaan tekanan darah tidak dapat menunjukkan kondisi kesehatan secara utuh. Untuk mengetahui kondisi kesehatan secara utuh diperlukan pemeriksaan penunjang lanjutan, terutama jika tekanan darah termasuk tinggi atau krisis. Bagi ners yang memiliki tekanan darah normal dan rata-rata, lakukanlah pemeriksaan tekanan darah minimal 6-12 bulan sekali sudah mencukupi.

Namun bagi yang memiliki tekanan darah tinggi  derajat 1 harus memeriksakan diri maksimal 3 bulan sekali. Kemudian hipertensi  derajat dua lakukan pemeriksaan secara rutin setiap satu bulan sekali. Dan akhirnya, menjaga tekanan darah sistolik dan diastolik tetap normal adalah sesuatu yang penting untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2020. Diastole vs. Systole: Know Your Blood Pressure Numbers.
https://www.webmd.com/hypertension-high-blood-pressure/guide/diastolic-and-systolic-blood-pressure-know-your-numbers. (Diakses pada 28 Maret 2022).

Anonim. 2021. High Blood Pressure Symptoms and Causes. https://www.cdc.gov/bloodpressure/about.htm. (Diakses pada 28 Maret 2022).

Fogoros, Richard N. 2022. Understanding Systolic and Diastolic Blood Pressure.
https://www.verywellhealth.com/systolic-and-diastolic-blood-pressure-1746075. (Diakses pada 28 Maret 2022).

3 Semua Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *