Proses Penegakan Diagnosis Keperawatan

Setelah melakukan asesmen, maka perawat harus bisa menemukan diagnosis keperawatan pasien asuhannya. Untuk menegakan diagnosis diperlukan tiga tahapan yaitu melakukan analisa data, identifikasi masalah, dan perumusan diagnosis. Pada tahapan analisa perawat melakukan perbandingan dengan nilai normal dan mengelompokan data yaitu mengumpulkan tanda/gejala yang bermakna dikelompokan berdasarkan pola kebutuhan dasar yang meliputi respirasi, sirkulasi,nutrisi/cairan, eliminasi, aktivitas/istirahat, neurosensory, reproduksi/seksualitas, nyeri/kenyamanan, integritas ego, pertumbuhan/perkembangan, kebersihan diri, penyuluhan/pembelajaran, interaksi social dan keamanan/proteksi.

Setelah data analisis, perawat dan klien bersama sama mengidentifikasi masalah aktual, risiko dan/atau promosi kesehatan. Pernyataan masalah kesehatan merujuk ke label diagnosis keperawatan. Langkah selanjutnya adalah melakukan perumusan diagnosis. Tedapat dua metode perumusan diagnosis, yaitu :

Metode penulisan terdiri dari masalah, penyebab dan tanda/gejala, dan hanya diberlakukan untuk diagnosis aktual. Dengan perumusan :

1. Penulisan Tiga Bagian

Masalah berhubungan dengan Penyebab dibuktikan dengan Tanda/gejala

Frase berhubungan dengan disingkat B.D dan dibuktikan dengan disingkat D.D

Sebagai contoh “ Bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan spasme jalan napas dibuktikan dengan batuk tidak efektif, sputum berlebih, mengi dispnea dan gelisah

2. Penulisan Dua Bagian

Metode peulisan ini khusus untuk diagnosis risiko dan promosi kesehatan.  Dengan formulasi sebgai berikut :

a. Diagnosis risiko : Masalah dibuktikan dengan factor risiko

Contoh : “risiko aspirasi dibuktikan dengan tingkat kesedaran menurun.

b. Diagnosis promosi kesehatan : Masalah dibuktikan dengan tanda/gejala.

Contoh : “ kesiapan peningkatan eliminasi urin dibukrikan dengan pasien ingin meningkatkan eliminasi urin, jumlah dan karakteristik urin normal

Daftar Pustaka

Tim Pokja SDKI DPP PPNI. 2017. Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia Defnisi dan Indikator Diagnosis Keperawatan Edisi 1 . Jakarta: Dewan Pengurus Pusat PPNI

 

 

2 Semua Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *