Proses Penyembuhan Luka

Westaby (1985) dalam buku Carville (2012) membagi proses penyembuhan luka menjadi tiga tahap, yaitu inflamasi, rekonstruksi/proliferasi, dan maturasi.

a. Inflamasi

Fase ini dimulai dari pertama kali terjadi trauma ketika pembuluh kapiler berkontraksi dan trombosit memfasilitasi hemostasis. Respons pertahanan melawan bakteri patogen yang berasal dari polymorphonuclear leukocytes (polmorphs) dan makrofag. Polimorphs melindungi luka dari invasi bakteri saat makrofag membersihkan debris dari luka. Fase ini berlangsung mulai hari ke-0 s/d hari ke-3.

b. Rekonstruksi/proliferasi

Fase ini dibagi menjadi fase destruktif dan proliferasi/fibroblastik. Polimorphs bersama makrofag membunuh bakteri pathogen dengan cara fagositik, memakan bakteri yg mati dan debris agar luka menjadi bersih. Makrofag juga diperlukan dalam penyembuhan luka untuk menstimulasi sel fibroblastik untuk membuat kolagen. Angiogenesis terjadi untuk membuat jaringan vaskuler baru. Migrasi sel – sel epitel di atas dasar luka yang bergranulasi. Kontraksi luka terjadi selama fase rekonstruksi. Fase ini berlangsung mulai hari ke – 3 s/d ke – 21.

c. Maturasi

Merupakan fase remodeling, dimana fungsi utamanya untuk meningkatkan kekuatan daya regang luka. Selama fase maturasi, secara perlahan – lahan kolagen menempatkan diri pada daerah yang lebih terorganisir dan menambah kekuatan daya regang luka. Fase ini berlangsung mulai hari ke -21 s/d 3 tahun.

Daftar Pustaka

CWCCAP Indonesian ETNEP 2019, Modul Pelatihan Perawatan Luka, Bogor, Yayasan Wocare Publishing

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *