Sejarah Dan Definisi Prinsip Penyembuhan Luka Dengan Konsep Lembab


Moist Wound Healing sebagai suatu metode penyembuhan luka dengan mempertahankan isolasi lingkungan luka yang tetap lembab dengan menggunakan balutan yang dapat mempertahankan kelembaban, di dalam menjaga kelembaban luka, dressing yang digunakan idealnya tertutup atau occlusive. Occlusive dressing merupakan balutan yang mencegah udara masuk ke luka atau lesi, serta menjaga kelembaban, temperatur, dan cairan tubuh. Penelitian di Landmark pada tahun 1962 oleh Dr. G.Winter menunjukkan bahwa re-epitelisasi lebih cepat di bawah occlusive dressing, dengan alasan permukaan luka menjadi moist atau lembab (Kannon, Garrett, 1995).


Banyak penelitian berikutnya yang menunjukkan bahwa luka tertutup dan kondisi luka yang lembab dapat meningkatkan semua fase penyembuhan luka. Kondisi seperti ini menyebabkan lingkungan menjadi lembab. Bila kondisi luka kurang lembab/kering, akan mengakibatkan kematian sel, dan tidak akan terjadi perpindahan epitel serta jaringan matrix. Sebaliknya, jika kondisi luka terlalu basah juga dapat menyebabkan timbulnya eksudat yang akan menghambat proses proliferasi dan rusaknya matrix. Zhai dan Maibach (2007) dalam artikelnya yang berjudul Effect of Occlusion and Semi-occlusion on Experimental Skin Wound Healing: A Reevaluation, mengatakan bahwa pada penelitian Hinman & Maibach tentang occlusive dressing, mereka berasumsi bahwa dengan moist wound healing occlusive dressing memiliki resiko terjadinya infeksi, namun pada hasil penelitiannya, tidak terjadi infeksi, namun justru memberikan keuntungan, antara lain : mengurangi permukaan luka yang nekrosis, mencegah luka menjadi kering, mengurangi nyeri, mengurangi perawatan luka, menstimulasi growth factor atau faktor pertumbuhan, mengaktivasi enzim yang dibutuhkan untuk debridemang serta menyiapkan perlindungan pada luka. Occlusive dressing inilah yang kini biasa dikenal dengan sebutan modern dressing, macam – macamnya antara lain ; gauze, transparant films, hydrogels, calcium alginat, hydrocellulosa, hydrocoloid, foam, dan antimikroba (Carville, 2007).

Daftar Pustaka

CWCCAP Indonesian ETNEP 2019, Modul Pelatihan Perawatan Luka, Bogor, Yayasan Wocare Publishing

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *